Corporate Culture
Belum berapa lama ini disekitar tempat saya bekerja dipenuhi dengan poster yang intinya mengharuskan seluruh karyawan untuk menggunakan tanda pengenal dan dasi (untuk laki-laki) dalam rangka membangun corporate culture.
Dengan adanya peraturan ini, setiap pagi kegiatan saya menjadi bertambah. Yaitu mencocokan dasi dengan baju yang akan dipakai
Padahal corporate culture tidak hanya masalah dasi, tapi menurut saya lebih kepada perubahan attitude dan habbit. Contoh kecil adalah ontime dalam semua hal. Terutama yang melibatkan orang banyak (rapat). Melakukan dokumentasi yang baik (filling) dan tertib administrasi, sehingga tidak ada lagi kejadian seperti saya. Yaitu dulu ketika saya mengundurkan diri sebagai karyawan, barulah dibuatkan surat pengangkatan sebagai pegawai tetap. Dan selang satu hari terbit juga surat pemberhentian dengan hormat (kacau pisan lah).
Mudah-mudahan tema corporate culture ini bukan hanya gagah-gagah dengan dasi saja (semoga).



