Mereboot / menshutdown PC client dari server
dikutip dari : http://www.nifeto.blogspot.com/search/label/Billing%20CCL
dikutip dari : http://www.nifeto.blogspot.com/search/label/Billing%20CCL
dikutip dari : http://www.nifeto.blogspot.com/search/label/Billing%20CCL
dikutip dari : http://linux-ae.org/distro/zencafe/font-wind-di-zencafe/
masih suka sama fontnya windows, atau baru migrasi ke linux n banyak dokumennya make font windows, dont worry, kita masih bisa kok make font windows, hmmm caranya gimana? gampang abis, oke udah siap, yuk lakukan perintah2 ini, dan masuk sebagai root
1. copy *.ttf dari c:/windows/fonts/ ke UFD
2. klo udah ke kopi, jalankan zencafe dan jalankan terminal
3. tancapkan UFD nya ke usb
4. masuk ke UFD dengan cd /mnt/usb/
5. lakukan perintah copy cp *.ttf /usr/share/fonts/TTF/
6. klo udah perintah terakhir fc-cache
7. yup selesai bisa ngopi deh
trus klo udah kita bisa cek dengan cara menjalankan openoffice, dan kita bisa liat di situ udah ada TTF dari ttfnya wind**
oke selamat mencuba
dari - > http://linux-ae.org/distro/zencafe/step-by-step-instalasi-zencafe/
Instalasi Zencafe dan Zenwalk memang berdasarkan distro Slackware. Lumayan susah sih. Untung saja ada yang mau menulis step by step nya secara sukarela.
Untuk temen-temen yang belum tahu atau kurang jelas tentang instalasi Zencafe, bisa download file tutorialnya di
http://www.awali.or.id/downloads/step-by-step-instalasi-zencafe.pdf
dikutip dari : http://bayuart.wordpress.com/2007/04/12/zencafe-distro-khusus-warnet/
Samba Server (Komputer yag file/direktorinya ingin anda share)
1. Pastikan anda mengaktifkan SAMBA Service saat pertama kali install,
jika tidak, anda dapat mengaktifkannya lewat Menu > System > Zenpanel,
lalu klik Startup Services
2. Buka SWAT (Menu > System > Samba Web Administration Tools), login
dengan user root & password.
3. klik ikon GLOBALS, ikuti langkah berikut ini:
* Workgroup, ganti dengan nama workgroup anda
* Netbiosname, ganti ini dengan nama komputer anda
* Security, ganti dengan “SHARE”
* Klik “Commit Changes”
4. Klik ikon SHARES, ikuti langkah berikut:
* Masukkan nama share, sebagai contoh: Documents, lalu klik “Create”
Share
* Path, ganti dengan letak folder yang ingin anda share, sebagai
contoh: /home/username/Documents
* Read only, ganti dengan “NO”
* Guest ok, ganti dengan “YES”
* Klik “Commit Changes”
5. Ganti permission /home/username/Documents ke RWX (777), jika anda
tidak tahu bagaimana caranya, klik kanan saja folder Document >, ganti semua ke Read & Write.
Properties > Permission
6. Ok, sekian. Simple kan?
Samba Client (Komputer untuk membaca share direktori)
Anda hanya memerlukan 1 kali langkah ini. Anda tidak memerlukan
langkah ini lagi selama anda tetap menggunakan Zencafe anda.
Klik Menu > Network > FuseSMBTools, ganti Mountpoint directory ke
Network direktori anda Contoh: /home/username/Network lalu Save.
Hanya itu? Ya hanya itu. Klik shortcut Network pada desktop setiap
kali anda ingin mengakses share direktori komputer lain.
Kategori ini dibuat sebenarnya catatan pribadi dalam melakukan konfigurasi linux di warnet pribadi (R3.net) yang diambil dari sana-sini. Sebagian besar dari hasil googling dan blog orang lain
Mudah-mudahan kategori baru ini juga bisa membantu orang lain yang berencana membuat warnet berbasis linux.
Daftar buku 1 (baca: malam mingguan)
- Andi Wahju Rahardjo Emanuel, Timotius Witono, Wilfridus Bambang Triadi Handaya (2008), Cara Praktis Membangun Situs e-Learning dengan Teknologi OpenSource, Graha Ilmu.
- Bernard Renaldy Suteja, Jimmy Anthon Sarapung, Wilfridus Bambang Triadi Handaya (2008), Memasuki Dunia E-Learning, Penerbit Informatika.
- David A. Vise, Mark Malseed (2006), Kisah Sukses Google, Penerbit Gramedia Pustaka Utama. -> 1/4 lagi
- Jayan (2007), Desain Situs Keren dengan Photoshop dan Dreamweaver, Maxikom.
- Jayan (2007). Manpulasi Foto untuk Orang Awam, Maxikom.
- Ridwan Sanjaya (2008), Most Wanted Blogging Tips, Elex Media Komputindo
- Moh. Tamam Qodari (2007), Merancang Presentasi Multimedia dengan Macromedia Captivate.
## islamic book fair (baca: Bandung - Islamic Book Fair)
- Prof. Laode Kamaluddin Ph.D.(2007), Rahasia Bisnis Rasulullah, Wisata Ruhani. -> 1/2 lagi
- DR. Yusuf Qaradhawi(2007), Halal dan Haram, Penerbit Jabal.
- Habiburrahman El Shirazy(2004), Ayat-Ayat Cinta, Penerbit Republika.
- Habiburrahman El Shirazy(2007), Ketika Cinta Bertasbih (buku 1), Penerbit Republika. -> done
- Habiburrahman El Shirazy(2007), Ketika Cinta Bertasbih (buku 2), Penerbit Republika. -> done
- Habiburrahman El Shirazy(2004), Pudarnya Pesona Cleopatra - novelet, Penerbit Republika.
Pernah liat iklan snack rasa keju yang dibintangi sama 3 orang aktor (1 orang perempuan, 1 orang kakek, 1 orang anak kecil) ?
Si kakek bertanya sama cucu-nya :
- Keju apa yang bikin pusing > kejuaran catur
- Keju apa yang mahal > kejujuran
- satu lagi lupa euy…
Apakah sudah sedemikian mahal sebuah kejujuran hingga menjadi barang langka?
Kalau melihat kondisi sekarang, sepertinya sih iya.
Iklan yang bagus buat instropeksi diri nih. Tapi kenapa sekarang kalimat kakek yang “keju apa yang mahal, kejujuran” sudah gak pernah ada lagi ya? disensorkah? banyak orang yang tersinggung kah ?
Kalau banyak yang tersinggung, jangan-jangan iklan ini membuktikan realita sebenarnya
Pernah liat iklan pertamina ? di akhir iklan ada orang yang bilang “Kita untung, bangsa untung”.
Menurut saya sih terlambat. Soalnya sekarang Indonesia sudah sedikit demi sedikit masuk kedalam era pasar bebas. Selain itu banyak sekali aturan yang dibuat pemerintah lebih memihak asing.
Jadi bagaimana mau menggugah rasa kebangsaan rakyatnya (dalam hal ini agar lebih memilih produk pertamina) wong para pejabatnya juga lebih memihak asing dalam membuat segala macam peraturan. Selain itu keluarga pejabat lebih suka belanja di luar negeri dibandingkan didalam negeri.
So, kalaupun ternyata sekarang banyak yang membeli produk pertamina, kayaknya bukan karena tergugah rasa kebangsaannya atau kualitas. Tapi lebih kepada harganya
- > it’s my opinion loh
Jakarta, 12 Mei 2008
Minggu tanggal 11 Mei saya dan istri jalan-jalan ke Garut. Sebenarnya agenda ke Garut adalah untuk mengikuti acara pertemuan keluarga dari nenek saya. Acara pertemuan ini biasanya diadakan setiap 2 bulan sekali. Untuk tempatnya berpindah dari satu tempat ketempat lain (tergantung siapa yang menjadi host).
Ketika diberitahu oleh istri bahwa nenek saya mengajak ke pertemuan di Garut, saya sedikit malas. Karena hari minggu biasanya dijadikan sebagai agenda istirahat dan beres-beres rumah. Tapi karena Orangtua saya tidak bisa hadir jadi saya diharapkan sebagai wakilnya.
Kami berangkat ke Garut dengan menyewa sebuah mobil. Selain saya dan istri dalam mobil itu juga ada kakak saya (dan istri) juga kedua anaknya, sepupu dari Ua, dua orang bibi (adik bapak saya) dan tentunya nenek saya
.
Perjalanan dimulai jam 7.30 pagi menuju garut. Tiba ditempat acara sekitar jam 10an.
Acara pertemuan keluarga hanya berlangsung hingga jam 13an. Kemudian kami menuju pemandian air panas (cipanas garut) untuk berendam (air panas tentunya
). Namun saya dan istri tidak ikut ke kolam pemandian, kami hanya menunggu diluar. Soalnya didalam cukup ramai dan kami lebih menyukai menikmati pemandangan alam diluar.
Sekitar jam 17.00an kami menuju Bandung. Dimana dalam perjalanan mampir sebentar disalah satu outlet oleh-oleh Garut. Kebetulan saya dititipi oleh keluarga di Jakarta untuk membeli dodol garut picnic (salah satu merek dodol terbaik). Setelah belanja oleh-oleh, perjalanan dilanjutkan menuju Bandung.
Sekitar jam 20.00an kami sudah sampai di rumah. Cape? sudah pasti..
Bandung, 4 Mei 2008
Karena saya lagi mogok (baca: strike), saya lebih santai dengan tidak disibukkan coding program
. Dari hari sabtu sore, saya isi hari dengan membaca “Google the Success story”. Mungkin karena buku itu terjemahan, maka terdapat banyak kalimat yang aneh. Hingga saat ini saya belum juga menyelesaikan buku itu. Padahal buku ini adalah buku yang sangat menarik. Dimana bercerita tentang asal usul google.com.
Beberapa hari yang lalu, saya dan istri membeli beberapa buku di Islamic Job Fair (baca:islamic Book Fair 2008). Salah dua-nya (karena memang ada dua buku) adalah KCB (Ketika Cinta Bertasbih). Awalnya saya iseng-iseng baca bab terakhir dari buku 1. Hingga akhirnya penasaran dan membuka buku ke-2. Apalagi saat itu komputer sedang dikuasai istri, kebetulan sedang menyiapkan soal-soal untuk ujian muridnya. Rasa penasaran saya sebenarnya terletak pada salah satu tokoh utama, yaitu Azzam. Diakhir-akhir bab buku satu dijelaskan bahwa Azzam akhirnya akan pulang ke Indonesia setelah sekian lama berpisah dengan keluarganya.
Saya mulai membaca KCB jilid 2 sekitar ba’da ashar, dan selesai sekitar ba’da Isya. Jadi dibutuhkan kurang lebih 4 jam-an untuk menamatkannya, hanya dipotong untuk sholat Maghrib dan Isya saja.
Istri saya terkaget-kaget setelah saya bilang bahwa saya sudah menyelesaikan satu buku KCB (jilid 2). Setelah makan malam, istri meminta saya untuk menceritakan isi dari buku 2. Akhirnya saya pun mendongeng
.
Saya menutup dongeng KCB saya dengan menyatakan bahwa akan ada buku ke-tiga, istri saya pun kaget. Karena buku satu dan buku dua saja sudah sedemikian tebal, bagaimana buku tiga ucapnya. Dalam dongeng saya juga menjelaskan bahwa ada beberapa tokoh yang belum ada (happy) endingnya. Sebut saja Fadhil, Zumrah, Husna, Furqon. Jadi sangat memungkinkan buku ketiganya juga tebal
Esoknya (minggu) saya mencoba untuk membaca buku pertamanya. Seperti sebelumnya, saya selesai membaca buku tersebut dalam waktu kurang lebih 4 jam. Dimulai dari ba’da Dzuhur hingga jam 16.30an. Isi buku satu menurut saya kurang “greget” seperti pada buku kedua, mungkin karena dibuku satu lebih merupakan prolog (baca: pembukaan) untuk buku kedua. Dimana lebih bercerita terjadinya crosslink jalan kehidupan masing-masing tokoh yang selanjutnya diperdalam pada buku kedua. Mungkin sementara saya dapat menyimpulkan bahwa buku satu adalah preklimaks, buku dua adalah klimaks, dan mungkin pada buku ketiga antiklimaks? who knows. Soalnya buku ketiga juga belum terbit
Tapi yang pasti saya salut dengan kang Abik yang telah membuat novel-novel dakwah bercita rasa tinggi. Selain berfungsi sebagai rekreasi imajinasi, novel-novelnya juga memberikan rekreasi ruhiah yang sangat menyentuh. Tentunya ditambah dengan berbagai ilmu pengetahuan agama dan budaya (islam tentunya). Mudah-mudahan novel KCB memberikan efek samping yang positif kepada yang membacanya (seperti saya
). Amien…
Pokoknya nanti kalau buku ketiga sudah terbit, insya allah saya beli. Must have lah…
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King